Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
* Aksi Puasa Pembangunan Jelang Paskah
oleh: Robert Kadang
Spirit dan semangat solidaritas yang ditunjukkan komunitas Persekutuan Umat Katolik Toraja (PUKAT) Kupang, dengan bersedekah dan membantu sesama yang membutuhkan, patut diapresiasi pun diacungi dua jempol. Bagaimana tidak, dalam Aksi Puasa Pembangunan (APP) menjelang Paskah tahun ini, komunitas PUKAT Kupang menggalang donasi untuk pembelian kayu dan atap seng, guna mengatapi rumah Yohanis Bantun yang berlokasi di belakang Bandara El Tari (Belanda).
Misi kemanusiaan itu sejalan dengan amanat aksi APP dalam konteks Katolik. Aksi Puasa Pembangunan ini sebagai bentuk pertobatan dan solidaritas dengan sesama. Selama APP, umat Katolik diajak untuk lebih fokus pada doa, puasa, dan sedekah kepada yang membutuhkan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembangunan dan keadilan sosial.
Bagi anggota PUKAT Kupang, upaya ini merupakan aksi nyata dari APP. Karena itu, mereka sangat antusias saling bahu membahu, bantu membantu melaksanakan aksi “bedah rumah” walaupun hanya mengatapi rumah Yohanis Bantun. Kerja-kerja kemanusian itu dimulai sejak Jumat, 27 Maret 2026 hingga hari ini. Aksi APP tersebut ikut didukung Fransiscus Go (bantuan pendidikan dan sembako), Toko Metro Bangunan dan RakyatNTT.ID
Ketua PUKAT Kupang, Yudit Palentek, di sela-sela aksi APP itu mengatakan, Aksi Puasa Pembangunan merupakan gerakan atau aksi yang bukan sekadar pantang dan puasa jasmani, tetapi juga gerakan solidaritas dan pertobatan yang diwujudkan melalui aksi nyata untuk membangun diri dan sesama. Dalam kaitan dengan aksi nyata membangun sesama, dan dalam bingkai kebersamaan dan kekeluargaan, kata Yudit, maka keluarga besar PUKAT Kupang memaknai APP 2026 dalam bentuk solidaritas dan berbelarasa, khususnya bagi keluarga yang sangat membutuhkan uluran tangan.
“Sangat terharu sekaligus bangga dengan kekompakan dan dukungan dari keluarga-keluarga PUKAT Kupang dalam mewujudkan aksi nyata APP tahun ini. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan limpah terima kasih bagi semua keluargaku PUKAT yang ada di Kupang, yang dengan caranya masing-masing mendukung dan mensukseskan aksi APP ini. Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan memberi sukacita dalam hati kita untuk terus berbagi dan berbuat baik kepada sesama, sebagaimana diingatkan oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita,” imbuh Yudit Palentek.
Sementara Ketua Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Nusa Tenggara Timur, Daud Mangesa’ dalam cuitannya di kanal WhatsApp Kerukunan juga memberikan apresiasi atas aksi APP PUKAT Kupang tersebut. “Mantap kebersamaan PUKAT bersama KELUARGA Besar Toraja Kupang bersama membantu keluarga yg sangat butuh perhatian kebersamaan,” tulisnya.
Apresiasi yang sama juga disampaikan Ketua Himpunan Keluarga Makale (HIKMA) Kupang, Paril Pakan. Dia mengatakan, aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk siangkaran dan sitiroan dalam budaya Toraja. “Dan, aksi-aksi seperti ini harus terus kita pelihara, sebab kalo bukan kita, siapa lagi..? Salut buat PUKAT Kupang,” tandasnya kepada RakyatNTT.ID.
Sekedar tahu, rumah Yohanis Bantun telah lama dibangun, namun belum diatapi. Dia tinggal bersama kedua anaknya, Suci dan Alif, serta adiknya Hendrik Bantun. Mirisnya, mereka tinggal di gubuk karena rumah belum diatapi. Yohanis Bantun berasal dari Batupapan, Makale dan Mengkendek, Tana Toraja. Dia berprofesi sebagai wiraswasta dan telah lama tinggal di Kota Kupang. (*)
