Sementara Ketua Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Nusa Tenggara Timur, Daud Mangesa’ dalam cuitannya di kanal WhatsApp Kerukunan juga memberikan apresiasi atas aksi APP PUKAT Kupang tersebut. “Mantap kebersamaan PUKAT bersama KELUARGA Besar Toraja Kupang bersama membantu keluarga yg sangat butuh perhatian kebersamaan,” tulisnya.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Ketua Himpunan Keluarga Makale (HIKMA) Kupang, Paril Pakan. Dia mengatakan, aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk siangkaran dan sitiroan dalam budaya Toraja. “Dan, aksi-aksi seperti ini harus terus kita pelihara, sebab kalo bukan kita, siapa lagi..? Salut buat PUKAT Kupang,” tandasnya kepada RakyatNTT.ID.

Sekedar tahu, rumah Yohanis Bantun telah lama dibangun, namun belum diatapi. Dia tinggal bersama kedua anaknya, Suci dan Alif, serta adiknya Hendrik Bantun. Mirisnya, mereka tinggal di gubuk karena rumah belum diatapi. Yohanis Bantun berasal dari Batupapan, Makale dan Mengkendek, Tana Toraja. Dia berprofesi sebagai wiraswasta dan telah lama tinggal di Kota Kupang. (*)