Kupang, RakyatNTT.ID Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (KBPM) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang semester ganjil tahun akademik 2025/2026 resmi dilepaskan pada 15 Januari 2026 dan mulai dilaksanakan pada 19 Januari 2026.

Program pengabdian ini mengusung tema “Optimalisasi dan Inovasi Pemanfaatan Sumber Daya Lokal bagi Keberlanjutan UKAW serta Penuntasan Stunting dan Ketahanan Pangan Masyarakat.”

Kegiatan KBPM dipengarahkan oleh Dr. Filmon M. Polin, SH., MH yang berlokasi di Kampus UKAW Kupang, dengan Gabriela E. Hetharia, SP., M.Sc sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

Iklan

Sebanyak 534 mahasiswa dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi, serta Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), terlibat dalam kegiatan ini.

Para mahasiswa dibagi dalam 46 kelompok, termasuk Kelompok 1 (Kampus A) dan Kelompok 2 (Kampus B) yang melaksanakan program di lingkungan Kampus UKAW Kupang, Jalan Adisucipto No.147, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Tiga Program Utama KBPM di Kampus

Program kerja mahasiswa terlebih dahulu didiskusikan secara internal kelompok sebelum diajukan kepada Dosen Pendamping Lapangan untuk kemudian diimplementasikan secara kolaboratif.

Di lokasi kampus, terdapat tiga program utama yang dijalankan mahasiswa, yaitu:

1. Penataan halaman kampus

Program ini dilakukan dengan penanaman berbagai tanaman hijau guna menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih, rapi, dan asri. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 Februari 2026.

2. Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk bokashi

Mahasiswa mengumpulkan daun-daun kering sejak 17 Januari 2026 untuk diolah menjadi pupuk bokashi pada 19 Januari 2026. Pupuk tersebut diproses selama empat minggu hingga siap digunakan sebagai pupuk ramah lingkungan.

3. Sosialisasi aplikasi SI-APIK dari Bank Indonesia

Program ini ditujukan bagi pelaku UMKM di sekitar kampus agar mampu melakukan pembukuan keuangan secara digital. Sosialisasi dilaksanakan pada 28 Februari 2026.

Dosen Pendamping Lapangan, Gabriela E. Hetharia, mengapresiasi berbagai program yang dijalankan mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha kecil.

“Kegiatan ini menjadi cerminan kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan menunjukkan aksi solutif terhadap tata kelola keuangan berbasis digital bagi UMKM kampus. Program-program ini juga menunjukkan bagaimana mahasiswa mampu mengintegrasikan teori dengan praktik di lapangan,” ujarnya.

Mahasiswa Hadapi Tantangan Partisipasi dan Waktu

Ketua Kelompok 1, Gracya Mekeng yang akrab disapa Chy, berharap program KBPM dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan kampus.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dan ekonomi di lingkungan kampus. Tantangan yang kami hadapi adalah pengelolaan waktu dan sumber daya yang terbatas, sehingga kami harus bekerja sama dan berinovasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok 2, Silvi Ayu Willa, menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh anggota kelompok agar program pengabdian memberikan dampak nyata.

“Kami ingin memastikan pengabdian ini memberikan hasil yang nyata dan bermanfaat bagi almamater. Tantangannya adalah meningkatkan motivasi anggota kelompok karena sebagian mahasiswa memiliki kesibukan akademik lainnya,” ujarnya.

Selain itu, keterbatasan fasilitas juga menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan program.

Program Tambahan untuk Lingkungan Kampus

Selain program utama, mahasiswa juga menjalankan sejumlah kegiatan tambahan seperti:

  • Pembersihan area kampus
  • Pembuatan kebun gizi UKAW
  • Renovasi Bunker Jepang
  • Pembuatan plang pemberitahuan

Kegiatan KBPM dilaksanakan setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–16.00 WITA dan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai 15 Januari hingga 15 Maret 2026.

Dampak Positif bagi Kampus dan UMKM

Melalui program ini, mahasiswa berhasil menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih dan tertata, sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengelolaan lingkungan.

Di sisi lain, pelaku UMKM di sekitar kampus juga memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan keuangan melalui aplikasi SI-APIK.

Ke depan, program KBPM UKAW Kupang akan dilanjutkan dengan evaluasi dan monitoring secara berkala guna memastikan keberlanjutan program serta memperkuat dampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. (*/rnc)