“Perang ini harus berakhir ketika bayang-bayang perang telah sirna dari negara ini,” katanya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers pada Kamis (19/3/2026) mengklaim bahwa Israel bersama Amerika Serikat telah memenangkan konflik melawan Iran.

“Kami mengambil tindakan untuk menghancurkan industri yang memungkinkan produksi rudal. Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik,” ujar Netanyahu.

Iklan

Ia bahkan menambahkan bahwa Iran saat ini dalam kondisi tertekan akibat serangan yang dilakukan.

“Kami menang dan Iran sedang dihancurkan,” tegasnya.

Situasi ini menandai meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, dengan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di tengah klaim saling bertolak belakang dari kedua pihak. (*/rnc)