Harga minyak mentah Brent tercatat mencapai sekitar US$100,72 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$95,37 per barel.

Lonjakan harga ini dipicu oleh serangan terhadap dua kapal tanker serta fasilitas pelabuhan minyak di perairan Irak, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Bahkan pihak militer Iran sempat memperingatkan bahwa harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga US$200 per barel jika konflik terus meningkat.

Iklan

Ketegangan Geopolitik Masih Tinggi

Di tengah situasi tersebut, laporan intelijen Amerika Serikat menyebutkan bahwa meskipun terjadi operasi militer besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, struktur kepemimpinan pemerintah Iran masih tetap stabil.

Pemerintah Iran disebut masih memiliki kontrol kuat terhadap situasi domestik dan tidak berada dalam kondisi runtuh.

Dalam perkembangan politik terbaru, posisi pemimpin tertinggi Iran disebut telah digantikan oleh Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin sebelumnya, guna menjaga stabilitas pemerintahan.

Dalam pernyataan publik pertamanya setelah menjabat, Mojtaba menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai strategi untuk memberikan tekanan terhadap pihak lawan.