Hal ini disebabkan adanya rembesan mata air dari perbukitan di sepanjang jalur Roa–Detusoko yang berpotensi memicu longsor susulan jika hujan terus berlanjut.

Selain melakukan pengamanan di lapangan, pihak kepolisian juga mengantisipasi potensi munculnya informasi hoaks atau persepsi negatif yang beredar di media sosial terkait peristiwa ini. Masyarakat diminta untuk hanya merujuk pada informasi resmi dari pihak berwenang.

Satlantas Polres Ende bersama pihak terkait juga telah mengambil sejumlah langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak bencana.

Langkah-langkah tersebut antara lain melakukan pengaturan lalu lintas dengan menempatkan personel di lokasi terdampak, mendorong Pemerintah Desa Roa mengaktifkan sistem peringatan dini bagi warga, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memetakan kembali titik-titik rawan longsor di Kecamatan Detusoko.

Kapolres Ende juga mengimbau para pengendara yang melintas di jalur tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun.

“Kami mengimbau para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur Detusoko. Ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (rnc16)