Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Meski demikian, peluang penguatan masih terbuka. Jika harga emas dunia mampu menembus level resistance di USD4.559,86 per troy ons, maka harga logam mulia berpotensi naik ke kisaran Rp2.920.000 per gram. Bahkan, jika tembus resistance kedua di USD4.681,50, harga emas dapat mendekati Rp2.980.000 per gram, meskipun masih berada di bawah Rp3 juta.
Ibrahim menjelaskan bahwa tekanan terhadap emas saat ini dipicu oleh pergeseran minat investor ke dolar AS yang dinilai lebih menarik dalam jangka pendek. Indeks dolar diperkirakan menguat menuju level 101,20 dari support di kisaran 98,73, sehingga semakin menekan harga emas global.
Selain itu, kenaikan harga energi juga menjadi faktor tambahan yang membebani emas. Harga minyak mentah diproyeksikan bergerak di rentang 93.300 hingga 107.100, sementara Brent crude oil berpotensi naik ke kisaran 110.000 hingga 116.000. Lonjakan ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi.
Meski mengalami koreksi, Ibrahim menegaskan bahwa emas tetap menjadi aset lindung nilai (safe haven) yang relevan. Ia menilai penurunan saat ini merupakan koreksi wajar di tengah dinamika pasar global dan ketidakpastian geopolitik.
