Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama seluruh civitas akademika di Ruang Theater Lantai III Gedung Rektorat Undana, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta jajaran pimpinan universitas sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus.

Rektor Undana, Prof. Jefry Bale, dalam sambutannya menegaskan bahwa kampus Undana harus menjadi ekosistem pendidikan yang inklusif tanpa sekat antar civitas akademika.

Menurutnya, Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari langkah strategis dalam mewujudkan visi besar Undana sebagai World Class University yang tetap relevan secara lokal (World Class–Locally Relevant University).

“Undana bukan sekadar deretan gedung tempat kita bekerja dan belajar, melainkan sebuah ekosistem kehidupan kampus yang harus dibangun bersama,” ujar Prof Jefry.

Ia juga menyoroti tantangan global yang saat ini dihadapi, termasuk dampak konflik internasional seperti perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang turut berpengaruh terhadap kondisi nasional.

Dalam konteks tersebut, civitas akademika diminta tetap menjaga situasi kampus yang kondusif sesuai arahan pemerintah.

“Kita harus menjaga suasana kampus tetap aman dan kondusif, baik di tingkat daerah maupun nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Jefry mengajak seluruh civitas akademika untuk tetap semangat dalam menjalankan aktivitas akademik serta membangun kehidupan kampus yang harmonis.

Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis kemanusiaan dalam setiap kebijakan dan program kampus, dengan menjadikan manusia sebagai faktor utama dalam pembangunan pendidikan.

“Sudah saatnya Undana mengedepankan manusia dalam setiap kebijakan dan program. Dalam bahasa akademik, manusia adalah faktor produksi yang paling penting,” tegasnya.

Rektor juga menegaskan bahwa ke depan, Undana harus menjadi kampus tanpa sekat, di mana tidak ada batas antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

“Bahasa akademik kita harus membumi dan menyatukan. Tidak boleh ada sekat antara pimpinan, staf, dosen, maupun mahasiswa,” pungkasnya. (rnc04)