Menurutnya, revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda.

“Ini bukan sekadar memperbaiki gedung, tetapi investasi untuk membentuk generasi muda Nagekeo yang cerdas dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama oleh pihak sekolah dan masyarakat.

86 Siswa Belajar di SDK Koekobho

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Tarsisius Jogo, menjelaskan bahwa SDK Koekobho merupakan salah satu dari 19 sekolah penerima program revitalisasi pada tahun 2025.

Saat ini sekolah tersebut melayani 86 siswa, dengan dukungan 6 guru ASN dan 6 guru swasta.

Tarsisius juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan redistribusi tenaga guru guna memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) guna melindungi bangunan sekolah dari potensi gangguan kondisi geografis.

Ia juga mengingatkan pihak sekolah agar selalu berkoordinasi dengan camat sebagai kepala wilayah kecamatan dalam setiap pelaksanaan kegiatan sekolah. (*/rnc)