Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Meski begitu, keberadaan sistem ini tetap memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia, termasuk di wilayah NTT.
BMKG mencatat potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter dapat terjadi di beberapa wilayah perairan seperti Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian tengah hingga selatan, Laut Flores, dan Laut Sawu.
Sedangkan gelombang lebih tinggi antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sumbawa, Perairan Selatan Sumba hingga Sabu, serta Samudra Hindia selatan NTT hingga NTB.
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 95W yang terbentuk pada 4 Maret 2026 pukul 13.00 WIB awalnya berada di luar wilayah pemantauan TCWC Jakarta, namun pada 6 Maret 2026 pukul 01.00 WIB sistem ini terpantau berada di Samudra Pasifik utara Papua dan masuk dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta.
Sama seperti sistem lainnya, bibit siklon 95W juga memiliki peluang rendah berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak perlahan ke arah barat.
Dampak tidak langsung dari sistem ini berpotensi menyebabkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua serta Laut Maluku, dan gelombang 2,5 hingga 4 meter di Samudra Pasifik utara Maluku.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

