Jakarta, RakyatNTT.ID Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia masih sangat besar. Saat ini tercatat sekitar 27 juta keluarga masih tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Menurut Hashim, kondisi tersebut menggambarkan masih banyak masyarakat yang tinggal di lingkungan yang jauh dari standar kelayakan.

“Ada 27 juta keluarga tinggal di rumah tidak layak huni, berarti tempat kumuh, gubuk-gubuk, tempat tidak ada air, tidak ada listrik dan sebagainya,” ujar Hashim saat menghadiri kegiatan di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).

Selain itu, ia menjelaskan bahwa backlog perumahan atau kesenjangan antara jumlah rumah tangga yang membutuhkan hunian dengan ketersediaan rumah layak masih sangat besar.

Menurutnya, saat ini terdapat 9 hingga 15 juta keluarga yang masih berada dalam antrean untuk mendapatkan rumah baru yang layak.

“Ada yang sudah minta, sudah antrean itu antara 9 sampai 15 juta keluarga yang masih mencari antrean mendapat rumah baru,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat program pembangunan 3 juta rumah yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).