Hashim menilai pembangunan sektor perumahan tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi berbagai sektor industri lainnya.

Ia menyebut sektor perumahan saat ini menyumbang sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika program pembangunan rumah berjalan optimal, kontribusi sektor ini dapat meningkat secara signifikan.

“Kalau nanti semua berjalan sesuai rencana, tiga juta rumah atau apartemen tiap tahun, kita bisa dapat tambahan sekitar 1,5 sampai 2 persen. Kalau sekarang pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, dari perumahan kita bisa dapat sampai 7 persen,” jelasnya.

Iklan

Sebagai bagian dari percepatan program tersebut, pemerintah juga mulai menggandeng berbagai pihak swasta.

Salah satunya dengan Lippo Group untuk membangun sekitar 140.000 unit hunian vertikal di atas lahan hibah seluas 30 hektare di kawasan Cikarang, Jawa Barat.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan hunian di beberapa lahan milik negara, termasuk 45 hektare lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mencakup area Radio Republik Indonesia (RRI), serta 41 hektare lahan milik Kementerian Pertahanan yang berada di Jakarta Pusat.