Menanggapi hal tersebut, Gubernur telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi untuk berkoordinasi dengan PU Kabupaten Flores Timur guna mencari solusi teknologi pengolahan air.

“Soal air, kita akan cari cara menurunkan kadar kapurnya. Untuk mobilitas air, kita optimalkan mobil tangki Pemda,” jelasnya.

Kepastian Hunian Tetap dan Pemulihan Ekonomi

Terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Gubernur mengakui adanya tantangan, termasuk dinamika harga lahan serta fokus nasional BNPB pada bencana di daerah lain. Namun, koordinasi dengan Menko PMK dan Kementerian Perumahan terus dilakukan.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi pengungsi, Pemprov NTT mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Relaksasi KUR: Perbankan diajak menyesuaikan skema pinjaman bagi warga terdampak.
  • Bantuan Pertanian: Kelompok tani diminta menyerahkan nama koordinator untuk dihubungkan dengan bantuan pusat.
  • Pemasaran Produk: Produk olahan hasil bumi dari Huntara akan dipasarkan melalui jaringan NTT Mart.

DPRD NTT Beri Penguatan Moral

Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni, turut memberikan penguatan moral kepada warga, khususnya kaum perempuan di pengungsian.

“Perempuan selalu menemukan cara untuk tetap hidup dan menjadi energi bagi keluarga. Kami di sini memastikan persoalan jangka pendek maupun panjang dapat segera teratasi,” ujar Emelia.