Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, infrastruktur Amfoang terputus tidak bisa lagi dipandang sebagai isu teknis semata. Ketika akses jalan terhenti, dampaknya merambat luas pada sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Kritik untuk Pemkab Kupang dan Pemprov NTT
Dalam pernyataan resminya, BEM Undana menilai Pemerintah Kabupaten Kupang gagal menjadikan Amfoang sebagai prioritas pembangunan strategis. Pemerintah Provinsi NTT juga dianggap belum menunjukkan intervensi struktural yang serius terhadap wilayah yang berulang kali terisolasi.
Bahkan secara lebih luas, negara dinilai belum sepenuhnya hadir di titik paling rapuh wilayahnya.
“Jika titik yang sama terus terputus setiap tahun, maka ini bukan lagi semata persoalan cuaca ekstrem. Ini adalah persoalan keberpihakan dan keberanian mengambil keputusan,” kata Agnesia.
Desak Pembangunan Jembatan Permanen
BEM Undana mendesak Pemkab Kupang segera menetapkan pembangunan jembatan permanen serta perbaikan jalan Amfoang sebagai prioritas utama dalam perencanaan anggaran.
Selain itu, Pemprov NTT diminta melakukan intervensi kebijakan dan dukungan anggaran berbasis mitigasi bencana secara terukur dan transparan.
Tak hanya itu, pemerintah pusat juga didesak turun tangan memastikan Amfoang masuk dalam skema percepatan pembangunan infrastruktur wilayah rawan dan terisolasi.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

