Oelamasi, RakyatNTT.ID – Anggota DPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menekankan pentingnya revolusi cara pandang masyarakat untuk mencapai kemajuan berkelanjutan.

Dalam agenda Reses DPR RI yang berlangsung di GMIT Golgota Oemoro, Kecamatan Amarasi, Minggu (22/2/2026), ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi ujung tombak dalam melahirkan generasi berpengetahuan luas.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, serta sejumlah tokoh masyarakat. Dalam diskusi hangat tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari optimalisasi wisata Air Terjun Tesbatan, minimnya pemberdayaan desa, hingga kendala akses pendidikan tinggi bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Iklan

Mengonsepkan Pariwisata sebagai Industri

Menanggapi keluhan warga mengenai potensi Air Terjun Tesbatan yang belum maksimal, mantan Gubernur NTT ini menyoroti perlunya kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola aset alam. Menurutnya, potensi wisata di Pulau Timor, khususnya Amarasi, sangat kuat namun harus dikelola dengan konsep industri yang matang.

Wisata itu bukan sekadar jualan air terjun. Setidaknya pengunjung harus bisa melihat objek, menonton dengan bahagia, makan, hingga menginap. Kendala kita saat ini adalah pengetahuan mengelola industri wisata tersebut, baik di tingkat masyarakat maupun pemerintah,” ujar Viktor.

Ia juga mencontohkan kuliner Se’i Baun yang sudah menjadi ikon Kabupaten Kupang. Menurutnya, industri kuliner serupa seharusnya bisa dikembangkan hingga ke wilayah Tesbatan untuk mendukung ekosistem wisata alam yang ada.

Pendidikan Dasar sebagai Pondasi Utama

Salah satu poin krusial yang disampaikan Viktor adalah kritik terhadap pola pikir pendidikan saat ini. Ia mengingatkan bahwa kekuatan daerah tidak hanya bertumpu pada perguruan tinggi, melainkan pada kualitas pendidikan dasar.

“Banyak orang keliru menganggap perguruan tinggi adalah satu-satunya kekuatan. Padahal, Pemerintah Daerah, Gereja, dan masyarakat harus bersinergi memperkuat pendidikan mulai dari TK/PAUD, SD, hingga SMA/SMK,” tegasnya.

Lebih lanjut, Viktor meminta agar orientasi pendidikan tidak lagi terjebak pada angka atau nilai di atas kertas (rapor). Fokus utama harus beralih pada penyerapan pengetahuan yang aplikatif.

“Kita jangan terpaku anak harus dapat nilai A. Yang kita butuh adalah anak-anak mampu menunjukkan bahwa ilmu yang didapat bisa menghasilkan nilai ekonomi untuk mengubah kualitas hidup dan membangun daerah,” jelas Ketua Fraksi NasDem tersebut.

Kolaborasi Gereja dan Pemerintah

Di akhir arahannya, Viktor mengapresiasi kolaborasi yang mulai terbangun antara pihak Gereja dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Ia berharap sinergi ini mampu menjawab persoalan rendahnya pemberdayaan masyarakat.

Ia berjanji akan mengawal dan memperjuangkan seluruh catatan aspirasi warga Amarasi di tingkat pusat, sembari terus mendorong gerakan perubahan yang dimulai dari kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan. (rnc04)