Ia juga mencontohkan kuliner Se’i Baun yang sudah menjadi ikon Kabupaten Kupang. Menurutnya, industri kuliner serupa seharusnya bisa dikembangkan hingga ke wilayah Tesbatan untuk mendukung ekosistem wisata alam yang ada.

Pendidikan Dasar sebagai Pondasi Utama

Salah satu poin krusial yang disampaikan Viktor adalah kritik terhadap pola pikir pendidikan saat ini. Ia mengingatkan bahwa kekuatan daerah tidak hanya bertumpu pada perguruan tinggi, melainkan pada kualitas pendidikan dasar.

“Banyak orang keliru menganggap perguruan tinggi adalah satu-satunya kekuatan. Padahal, Pemerintah Daerah, Gereja, dan masyarakat harus bersinergi memperkuat pendidikan mulai dari TK/PAUD, SD, hingga SMA/SMK,” tegasnya.

Iklan

Lebih lanjut, Viktor meminta agar orientasi pendidikan tidak lagi terjebak pada angka atau nilai di atas kertas (rapor). Fokus utama harus beralih pada penyerapan pengetahuan yang aplikatif.

“Kita jangan terpaku anak harus dapat nilai A. Yang kita butuh adalah anak-anak mampu menunjukkan bahwa ilmu yang didapat bisa menghasilkan nilai ekonomi untuk mengubah kualitas hidup dan membangun daerah,” jelas Ketua Fraksi NasDem tersebut.

Kolaborasi Gereja dan Pemerintah

Di akhir arahannya, Viktor mengapresiasi kolaborasi yang mulai terbangun antara pihak Gereja dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Ia berharap sinergi ini mampu menjawab persoalan rendahnya pemberdayaan masyarakat.