Viktor menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat melalui pendidikan, peningkatan kapasitas, serta akses infrastruktur yang memadai guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan tersebut.

“Itu yang harus terus diperjuangkan. Apalagi sekarang negara sedang melakukan efisiensi anggaran. Kita harapkan keuangan sehat. Secara pribadi saya menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur di Amfoang,” pungkasnya.

Pernyataan ini sekaligus memberi sinyal bahwa agenda pemekaran wilayah di Nusa Tenggara Timur, khususnya DOB Amfoang, belum menjadi prioritas politik dalam waktu dekat. Pemerintah daerah diharapkan lebih fokus pada penguatan fondasi pembangunan sebelum berbicara tentang pembentukan daerah otonomi baru. (rnc04)

Iklan