Oelamasi, RakyatNTT.ID Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), melontarkan kritik tajam terhadap sistem pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dinilai belum menjadikan potensi alam dan arah pembangunan daerah sebagai basis utama pembelajaran.

Kritik tersebut disampaikan Viktor saat agenda reses hari ketiga di GMIT Lopo Maus Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Selasa (24/2/2026). Menurutnya, pendidikan di NTT harus diarahkan agar mampu melahirkan generasi yang siap menjadi pelaku utama dalam menyambut berbagai proyek strategis nasional di daerah.

“Kita harus merubah mindset pendidikan kita ke tempat-tempat yang luar biasa. Saya mau tanya, siapa yang mau kerja ini, apakah kita sudah ada, jangan sampai nanti orang dari luar yang kerja lagi,” tegas Viktor di hadapan masyarakat.

NTT jadi Sentral Proyek Nasional

Viktor mengungkapkan bahwa NTT ke depan akan menjadi salah satu sentral proyek nasional. Di Pulau Sumba dan Rote, pemerintah pusat berencana membangun resort bintang lima dengan tarif menginap berkisar Rp50 juta hingga Rp100 juta per malam.

Selain sektor pariwisata premium, industri strategis juga akan dikembangkan, seperti industri garam nasional di Kabupaten Rote Ndao serta industri udang di Pulau Sumba.

Namun, ia menilai persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang masih terbatas dalam hal pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola industri-industri tersebut.

Peran Orang Tua Sangat Krusial

Dalam kesempatan itu, Viktor menegaskan bahwa para orang tua memiliki peran sentral dalam menentukan arah pendidikan anak-anak mereka. Ia menyebut orang tua sebagai objek utama yang dapat mengarahkan generasi muda agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masa depan.

Menurutnya, pola pikir pendidikan harus diubah agar lebih relevan dengan potensi dan kebutuhan daerah. Ia mendorong anak-anak NTT untuk menempuh pendidikan di bidang pariwisata, teknik, serta bidang lain yang mendukung pengelolaan industri.

“Ini kita harus mulai dorong anak-anak itu, kalau kita mau berjuang bersama dan mau untuk ke depan kita tetap mengelola kekayaan kita,” pungkasnya.

Viktor berharap, dengan perubahan orientasi pendidikan yang lebih adaptif terhadap potensi lokal, generasi muda NTT tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dalam menghadapi arus investasi dan pembangunan nasional. (rnc04)