Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menjajaki kerja sama strategis yang mencakup penguatan kualitas pendidikan, pengembangan riset terapan di sektor pangan, hingga perumusan kebijakan pro-rakyat bagi kelompok rentan.

Komitmen ini mengemuka dalam diskusi hangat yang berlangsung di bawah rindangnya pohon beringin halaman Kantor Sinode GMIT, Kamis (5/2/2026).

Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir memberikan dampak nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur melalui kolaborasi dengan lembaga keagamaan yang memiliki kedekatan langsung dengan umat.

Iklan

“Undana tidak boleh berdiri di menara gading. Kampus harus terlibat langsung dalam menjawab persoalan riil masyarakat, dan GMIT adalah mitra strategis dalam upaya tersebut,” ujar Prof. Jefri.

Hilirisasi Riset di Lahan Pertanian dan Peternakan GMIT

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie, S.Th. memaparkan potensi aset produktif yang dimiliki GMIT, antara lain lahan peternakan di Baumata yang dipersiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta lahan pertanian di wilayah Kupang Barat.

Menanggapi hal itu, Rektor Undana menyatakan kesiapan kampus untuk menerjunkan dosen dan mahasiswa guna melakukan riset terapan sekaligus pengabdian kepada masyarakat di lahan-lahan produktif milik GMIT.

“Kami akan mendorong riset kolaboratif dan program magang berdampak di lahan GMIT. Selain itu, Undana juga siap menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas pendeta melalui program Pascasarjana yang relevan dengan pembangunan masyarakat,” jelas Prof. Jefri.

Kebijakan Pro-Rakyat, UKT Khusus Anak Koster

Dalam semangat keberpihakan kepada kelompok rentan secara ekonomi, Prof. Jefri juga menyampaikan kebijakan khusus terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT). Undana membuka peluang penetapan UKT kategori 1 sebesar Rp500.000 per semester bagi anak-anak koster atau penjaga gereja.

Selain itu, Undana telah menerapkan kebijakan “Jumat Rohani” sebagai ruang pembentukan karakter mahasiswa melalui kegiatan kerohanian sesuai keyakinan masing-masing.

“Kami percaya penguatan akademik harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan emosional mahasiswa,” tambahnya.

Dorong Peningkatan Kapasitas Guru Agama GMIT

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menambahkan bahwa Undana merupakan salah satu perguruan tinggi yang dipercayakan Kementerian Agama untuk menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Ia mendorong GMIT untuk bersinergi dengan Dirjen Bimas Kristen agar guru-guru di bawah naungan sekolah GMIT dapat memanfaatkan peluang peningkatan kompetensi dan sertifikasi melalui program PPG di Undana.

“Kami ingin guru-guru GMIT memperoleh sertifikasi dan peningkatan kompetensi yang terstandar nasional melalui PPG Undana,” ungkap Prof. Annytha.

Pertemuan yang dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi tersebut ditutup dengan kesepakatan membentuk tim perumus rekomendasi guna merespons berbagai persoalan sosial di NTT. Dengan menggabungkan pendekatan akademik dan nilai-nilai iman, Undana dan GMIT optimistis kolaborasi ini akan berkontribusi nyata dalam membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih sejahtera dan berkarakter. (*/rnc)