Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dosen Budidaya Perairan Undana, Welem L. Turupadang, S.Pi., G.Dip.Sc., M.Sc., selaku Partner Investigator, menegaskan bahwa keterlibatan Undana memastikan kondisi riil petani NTT menjadi fondasi dalam perumusan kebijakan nasional.
“Kami tidak hanya melakukan riset di laboratorium. Fokus kami adalah menghadirkan transparansi harga dan data satelit real-time bagi pemerintah dan petani. Peta ini membantu memetakan wilayah yang terfragmentasi akibat perubahan iklim serta memberi panduan praktis agar petani tidak salah memilih lokasi tanam,” jelas Welem.
Menjembatani Teknologi dan Kebijakan
Kontribusi Undana dalam riset ini mencakup tiga aspek strategis.
Pertama, validitas data lapangan. Keahlian Undana dalam manajemen pembibitan dan budidaya memastikan data yang terintegrasi dalam platform benar-benar mencerminkan karakteristik unik perairan NTT sebagai salah satu sentra produksi rumput laut nasional.
Kedua, transparansi ekonomi. Platform ini mengintegrasikan data harga pasar historis dari berbagai wilayah, sehingga memperkuat posisi tawar petani serta meminimalisir potensi eksploitasi pasar.
Ketiga, akselerasi bantuan pemerintah. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah subsidi, distribusi bantuan bibit, hingga pembangunan infrastruktur perikanan secara tepat sasaran.
Implementasi hingga 2027
Fase pengumpulan data lapangan secara intensif di pesisir NTT dijadwalkan dimulai pada kuartal kedua 2026. Sementara itu, prototipe platform ditargetkan rampung pada Januari 2027 dan akan diserahkan kepada para pembuat kebijakan sebagai decision support system bagi industri rumput laut nasional.
