Kupang, RakyatNTT.ID Empat polisi mewakili 46 personel penerima penghargaan Polisi Inspiratif Polda NTT menyampaikan testimoni menyentuh dalam peluncuran buku Sisi Lain Polisi Jilid I dan Sisi Lain Polisi Jilid II: Srikandi Flobamorata di Aula Rupatama Mapolda NTT, Selasa (24/2/2026).

Diskusi yang dipandu jurnalis senior Harian Kompas, Frans Pati Herin, itu menjadi momen haru. Sejumlah peserta tampak meneteskan air mata saat mendengar kisah pengabdian para anggota Bhayangkara di pelosok Nusa Tenggara Timur.

Ipda Densy Doko: Bangun PAUD dan Panti Asuhan dari Gaji Polisi

Ipda Ristiany Densy Doko mengisahkan pengalaman hidupnya yang penuh ujian. Saat melahirkan anak ketiga, ia divonis mengalami inversio uteri dan pendarahan hebat dengan peluang hidup yang kecil. Namun ia meyakini mukjizat Tuhan menyelamatkannya.

Iklan

Dari nazar keluarga itulah, sejak 2019 ia mendirikan PAUD El Shaddai Fohomea dan Panti Asuhan Harapan Kita di bawah Yayasan Gracia Hati Mulia di Atambua Selatan.

PAUD tersebut menampung 64 siswa yang seluruhnya bersekolah gratis, termasuk seragam dan perlengkapan. Anak-anak panti pun dibiayai penuh pendidikannya.

“Gaji polisi kecil, tapi saya percaya berkat Tuhan tak pernah terbatas. Saya terima katering, laundry, apa pun kami kerjakan,” ujarnya.

Semua pembiayaan berasal dari gaji serta usaha kos-kosan bersama suaminya. Ia menegaskan tidak ada perbedaan antara anak kandung dan anak panti dalam kasih sayang.

Bripka Gede Suta: Ubah Penjual Sopi jadi Pengrajin Gula

Bripka Gede Suta yang bertugas di Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, memberdayakan ibu-ibu yang sebelumnya memproduksi minuman keras tradisional (sopi).

Sejak 2019, ia mengajak warga berdiskusi dan mengalihkan usaha menjadi produksi gula lempeng berbahan nira lontar.

“Sekarang pesanan mencapai 150 kilogram per minggu, bahkan stok sering kurang,” kata Gede.

Produk tersebut dipasarkan melalui media sosial dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Aipda Veronika Kolidin: Asuh 100 Anak Kurang Mampu

Aipda Veronika Kolidin, S.I.Kom, telah mengabdikan diri sejak 4 Oktober 2004 membantu anak yatim, anak kurang mampu, dan lansia.

Ia bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan, dengan jumlah anak asuh lebih dari 100 orang. Sebagian sudah bekerja, sebagian masih bersekolah.

“Kalau dari gaji polisi tidak cukup. Kami hidup dari bantuan orang-orang yang peduli,” ungkapnya.

Bripka Heribertus Tena: Galang Donasi Bantu Pasien Pelosok

Bripka Heribertus Tena yang bertugas di Dokkes Polres Manggarai Timur aktif membantu warga sakit parah melalui penggalangan dana di platform kitabisa.com sejak Februari 2021.

Ia kerap menemukan pasien di pelosok desa yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat keterbatasan ekonomi dan medan berat.

“Sudah ratusan masyarakat yang kami bantu agar bisa berobat di NTT maupun luar daerah,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui ada pasien yang tak tertolong karena terlambat mendapatkan penanganan medis.

Kapolda NTT: Banyak Kerja Sunyi yang Tak Tersorot

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si mengatakan buku Sisi Lain Polisi lahir dari komitmen membangun budaya kebaikan di tubuh Polri.

“Kita harus berbuat baik kepada diri sendiri, institusi, dan NKRI. Banyak anggota yang melakukannya secara senyap dan tidak diketahui,” ungkapnya.

Sebanyak 46 personel yang menjadi tokoh inspiratif dalam dua buku tersebut menerima medali penghargaan dari Kapolda NTT bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT.

Menurutnya, peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi anggota yang bekerja dalam diam.

Buku Sisi Lain Polisi mengangkat kisah humanis personel Polda NTT, sedangkan Srikandi Flobamorata secara khusus menyoroti kiprah para Polwan.

Momentum ini mempertegas citra humanis Polri sekaligus menjadi penyemangat bagi anggota Polda NTT untuk terus berbuat baik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (rnc)