Para petani menyampaikan bahwa sistem tanam serentak sangat membantu menekan serangan hama dan penyakit. Namun, mereka masih membutuhkan sejumlah sarana seperti hand traktor, dinamo celup untuk sumur, alat semprot, obat-obatan, alat tanam, serta alat tebar benih guna menekan biaya produksi.

Selain itu, kelompok tani meminta normalisasi Embung Guriola untuk mendukung pengairan lahan pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti melalui dinas terkait sesuai mekanisme yang berlaku.

“Untuk Embung Guriola, akan segera kami koordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai NTT di Kupang,” tegasnya.

Dukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Wakil Bupati juga berharap petani Sabu Raijua dapat menjadi pemasok bahan pangan untuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai mampu meningkatkan ekonomi petani sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Kita harus meningkatkan produksi agar mampu menyuplai kebutuhan MBG. Namun, kita juga harus menyesuaikan dengan berbagai komoditas yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Sabu Raijua untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam mewujudkan swasembada pangan Sabu Raijua 2026 serta mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di tingkat Provinsi NTT. (*/rnc)