Kupang, RakyatNTT.ID – Senat Universitas Nusa Cendana (Undana) bergerak cepat mendorong transformasi kelembagaan melalui pembahasan sejumlah agenda strategis dalam rapat senat tertutup yang digelar di Aula Lantai 3 Rektorat Undana, Rabu (18/2/2026).

Rapat dipimpin Ketua Senat Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Sc., Ph.D., didampingi Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., serta Sekretaris Senat Prof. Dr. Yantus A. B. Neolaka, S.Pd., M.Si. Sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan, mulai dari digitalisasi sistem kerja, penataan pedoman akademik hingga penguatan kesejahteraan pegawai.

Digitalisasi Presensi Real-Time

Salah satu keputusan penting dalam Rapat Senat Undana adalah adaptasi sistem presensi berbasis platform Siadiknona. Mayoritas anggota senat menyetujui penerapan presensi real-time yang lebih fleksibel namun tetap akuntabel.

Iklan

Sekretaris Senat, Prof. Yantus Neolaka menjelaskan, sistem presensi akan disesuaikan dengan karakter tugas masing-masing pegawai.

“Presensi dirancang dapat diakses dari mana saja secara real-time. Untuk dosen dan tenaga kependidikan yang bekerja di luar jam reguler, akan ada pengaturan khusus agar administrasi tetap tertib,” jelasnya.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari modernisasi tata kelola berbasis digital di lingkungan kampus.

Skema Remunerasi PPPK

Selain digitalisasi, rapat juga membahas skema remunerasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mengingat belum adanya regulasi terbaru dari pemerintah pusat, Undana mengambil langkah proaktif dengan menyesuaikan pembayaran berdasarkan kemampuan fiskal universitas.