Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Rumah Sakit (RS) St. Carolus Borromeus Kupang menghadapi krisis anggaran sejak akhir 2024 hingga awal 2026. Direktris RS St. Carolus, dr. Ariyanti Yusnita, didampingi Humas Sr. Gabriella, CB, menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares, Senin (23/2/2026).
Dalam pertemuan itu, manajemen RS St. Carolus mengusulkan dukungan pemerintah untuk pembangunan gedung representatif, pengadaan alat kesehatan (alkes), serta digitalisasi sistem layanan kesehatan sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS Kesehatan.
Pendapatan Turun Drastis
Dokter Ariyanti mengungkapkan, rumah sakit yang mayoritas melayani pasien BPJS ini mengalami penurunan pendapatan signifikan akibat berbagai kebijakan.
“Kami merasa cukup kesulitan dalam operasional karena keterbatasan anggaran. Pendapatan bukan hanya turun, tapi terjun bebas akibat berbagai kebijakan. Krisis ini mulai akhir 2024 sampai sekarang. Sampai hari ini kami masih tertatih-tatih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar 95 persen pasien yang berobat di RS St. Carolus merupakan peserta BPJS Kesehatan, mayoritas dari kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Butuh Digitalisasi dan Infrastruktur
Selain pembangunan gedung dan penambahan alat kesehatan, RS St. Carolus juga dituntut melakukan digitalisasi sistem layanan kesehatan. Namun, keterbatasan fasilitas menjadi kendala besar.
