Kupang, RakyatNTT.ID Perhatian pemerintah terhadap derita puluhan ribu warga Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai belum maksimal. Pasalnya, tak ada anggaran yang digelontorkan tahun ini untuk perbaikan infrastruktur di Amfoang.

Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di enam kecamatan wilayah Amfoang masih memprihatinkan, sementara Pemerintah Provinsi NTT mengakui keterbatasan fiskal menjadi kendala utama. Tak ada anggaran yang digelontorkan tahun ini untuk perbaikan infrastruktur di Amfoang.

Di era kepemimpinan Gubernur NTT Melki Laka Lena, pembangunan infrastruktur di kawasan Amfoang belum masuk dalam skala prioritas APBD Tahun Anggaran 2026. Hal ini terungkap dalam diskusi publik yang digelar GMNI Cabang Kupang, Sabtu (21/2/2026).

Sekretaris Dinas PUPR NTT, Fredery Kiuk, menjelaskan bahwa penanganan jalan provinsi di lintas utara Pulau Timor, termasuk wilayah Amfoang, sebenarnya telah dilakukan dalam 10 tahun terakhir.

“Secara historis, jalan provinsi sudah ditangani sejak 10 tahun terakhir, dengan urukan sepanjang 9 kilometer dan hotmix 54,82 kilometer, dengan total anggaran mencapai Rp193 miliar,” ungkap Fredery.

Puluhan Kilometer Jalan Rusak Berat

Meski demikian, kondisi terkini menunjukkan kerusakan infrastruktur masih cukup parah. Berdasarkan data Dinas PUPR NTT, jalan provinsi di wilayah Amfoang yang mengalami rusak berat mencapai 34,4 kilometer, sementara rusak ringan sepanjang 22,5 kilometer.