Keterlibatan mahasiswa diharapkan menjadi jembatan transfer teknologi dan inovasi pertanian dari kampus ke kelompok tani di pedesaan.

Optimisme Swasembada Pangan NTT 2026

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengapresiasi peran dunia pendidikan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia mengungkapkan bahwa NTT berhasil meraih Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional dari Kementerian Pertanian RI setelah produksi Gabah Kering Giling (GKG) hampir mencapai 1 juta ton pada 2025.

Capaian tersebut meningkat 36,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Provinsi NTT kini menargetkan produksi 1,18 juta ton GKG pada 2026.

“Petani adalah pahlawan kita. Dengan kerja kolaboratif antara pemerintah, petani, dan akademisi, kita optimistis target 2026 dapat tercapai,” tegas Gubernur Melki.

Diversifikasi dan Mekanisasi Pertanian

Selain peningkatan produksi padi, Wakil Gubernur Johni Asadoma mendorong diversifikasi komoditas lokal seperti sorgum dan jagung sebagai alternatif beras, terutama untuk wilayah lahan kering di NTT.

Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan pentingnya mekanisasi pertanian melalui sistem “brigade alsintan” guna meningkatkan efisiensi produksi. Kabupaten Kupang sendiri menargetkan produksi pangan mencapai 100.000 ton pada tahun ini.