“Kalau menurut saya pengelola ini terlalu arogan. Dia datang langsung eksekusi tanpa pemberitahuan. Seharusnya datang bersama dinas terkait dan ada koordinasi,” ungkap Daud Koro Ludji, salah satu pedagang.

Pedagang lainnya, Sarah Ludji, menyampaikan bahwa para pedagang sejatinya siap ditertibkan dan taat aturan. Namun, ia mengeluhkan penertiban yang dilakukan berulang kali tanpa kejelasan arah penataan.

“Saya setuju penertiban, tapi jangan setelah ditertibkan lalu kacau lagi. Kami mau berjualan bagaimana?” ujarnya.

Sarah mengaku rutin membayar retribusi dan selalu mengikuti arahan mandor, meski sudah beberapa kali dipindahkan tanpa penjelasan lokasi baru yang diperuntukkan untuk berjualan. Ia juga membantah anggapan bahwa pedagang menjadi penyebab utama tumpukan sampah di pasar.

“Mandor datang hanya kasih karcis, tapi soal sampah tidak diperhatikan. Kami minta mandor itu dievaluasi dan diganti,” tegasnya.

Bupati Kupang Janji Evaluasi dan Tata Ulang Pasar

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Bupati Kupang Yosef Lede memastikan pemerintah daerah akan mendengar aspirasi pedagang dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap OPD terkait.

“Iya, kita akan panggil para kepala dinasnya. Intinya kita mau penataan Pasar Oesao menjadi lebih baik,” ujar Yosef Lede.