Dalam panen tersebut, jagung dipetik dari lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare milik salah satu anggota kelompok dengan hasil sekitar 1 ton jagung glondongan. Jagung hibrida yang ditanam memiliki masa panen sekitar tiga bulan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan serta berbagai keperluan lainnya.

Dukung Program Nelayan-Tani-Ternak (NTT)

Lazarus menambahkan, berdirinya kelompok tani ini dilatarbelakangi oleh potensi lahan pertanian dan perkebunan Desa Paubokol yang luas dan subur. Kelompok ini memiliki komitmen kuat mendukung Program Pemerintah Kabupaten Lembata, yakni Nelayan-Tani-Ternak (NTT), guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Bupati Petrus Kanisius Tuaq bahkan turun langsung memanen jagung bersama para petani. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar panen simbolis, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian.

Iklan

“Panen hari ini adalah bentuk syukur atas kelimpahan dan kemurahan Tuhan bagi masyarakat. Kehadiran saya bukan hanya seremonial, tetapi bagian dari kerja nyata sesuai visi dan misi pembangunan Kabupaten Lembata,” tegas Bupati.

Pemerintah Siap Bantu Pemasaran Hasil Panen

Bupati juga berharap para penyuluh pertanian dapat bekerja optimal dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani di Desa Paubokol. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan membantu dalam distribusi dan pemasaran hasil panen, termasuk mencarikan calon pembeli agar jagung hibrida yang diproduksi terserap pasar dengan baik.