Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
California, RakyatNTT.ID – Meta Platforms, perusahaan induk Instagram dan Facebook, dikabarkan tengah bersiap merilis smartwatch pertama mereka pada akhir 2026. Perangkat wearable ini disebut akan mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) serta fitur pelacakan kesehatan.
Laporan The Information pada Minggu (22/2/2026) menyebut Meta telah menghidupkan kembali proyek jam tangan pintar yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Malibu 2.
Langkah ini menandai kembalinya Meta ke pasar wearable setelah sempat menghentikan pengembangan smartwatch pada 2022.
Dilengkapi Pelacakan Kesehatan dan Meta AI
Sejumlah sumber internal menyebut smartwatch Meta akan dibekali fitur pelacakan kesehatan, termasuk pemantauan aktivitas fisik dan indikator kebugaran.
Yang menarik, perangkat ini juga akan terintegrasi dengan Meta AI, asisten kecerdasan buatan milik perusahaan yang diproyeksikan menjadi pusat ekosistem perangkat Meta ke depan.
Strategi ini memperlihatkan ambisi Meta memperluas dominasi AI tidak hanya pada platform digital, tetapi juga pada perangkat keras (hardware).
Proyek Lama yang Dihidupkan Kembali
Meta sebenarnya sudah menjajaki pasar smartwatch sekitar lima tahun lalu. Namun pada 2022, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu menghentikan proyek tersebut di tengah restrukturisasi besar-besaran dan fokus pada pengembangan metaverse.
Kini, dengan tren AI yang sedang booming secara global, Meta tampaknya melihat peluang baru di pasar wearable.
Kebangkitan proyek Malibu 2 juga menjadi sinyal bahwa Meta ingin bersaing lebih serius dengan Apple, Samsung, dan Google di sektor perangkat pintar yang terhubung dengan ekosistem AI.
Sukses Ray-Ban Pintar Jadi Modal Kuat
Kepercayaan diri Meta memasuki pasar smartwatch tidak lepas dari kesuksesan produk kacamata pintar hasil kolaborasi dengan EssilorLuxottica.
Pengiriman kacamata Ray-Ban pintar berbasis AI dilaporkan melonjak hingga hampir 6 juta unit sepanjang tahun lalu. Tingginya permintaan bahkan membuat Meta sempat menghentikan sementara ekspansi internasional karena keterbatasan pasokan dan lonjakan permintaan di Amerika Serikat.
Saat ini, Meta juga dikabarkan tengah mengembangkan sekitar empat perangkat augmented reality (AR) dan mixed reality (MR).
Persaingan Wearable Berbasis AI Makin Sengit
Rencana peluncuran smartwatch Meta muncul di tengah meningkatnya tren perangkat wearable berbasis AI. Sejumlah perusahaan teknologi global berlomba menghadirkan gadget pintar yang terintegrasi dengan asisten digital dan sistem kecerdasan buatan.
Jika resmi meluncur akhir tahun ini, smartwatch Meta 2026 berpotensi menjadi pesaing baru di pasar global, sekaligus memperkuat strategi perusahaan dalam membangun ekosistem perangkat yang saling terhubung berbasis AI.
Publik kini menanti detail spesifikasi, harga, serta tanggal peluncuran resmi dari perangkat wearable pertama Meta tersebut. (*/rnc)
