Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ipda Adrianus bersama anggota Polsek dan Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan pengecekan di sejumlah titik longsor. Untuk mencapai lokasi longsor kedua, rombongan kepolisian bahkan harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 7 kilometer karena akses jalan terputus total.
Sepanjang jalur menuju Kampung Oet ditemukan beberapa titik longsor yang membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Selain itu, beberapa tiang listrik dilaporkan roboh akibat pergeseran tanah, menyebabkan aliran listrik di sekitar lokasi padam total.
Kondisi permukiman warga di Kampung Oet juga mengalami kerusakan serius. Empat unit rumah rusak berat akibat tanah bergeser, sementara 17 rumah lainnya mengalami kerusakan pada tembok dan lantai yang terbelah.
Bantuan Pemerintah
Wakapolsek Amarasi mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan yang berpotensi memicu longsor susulan. Warga diminta tidak mendekati area rawan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Empat KK yang sebelumnya bertahan akhirnya mengikuti arahan petugas dan bersama anggota Polsek serta warga setempat mengevakuasi barang-barang mereka sebelum hari gelap.
Berdasarkan data terakhir, total korban terdampak longsor di Amarasi Barat berjumlah 21 KK. Seluruh korban telah mendapatkan pelayanan kesehatan serta bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

