Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oelamasi, RakyatNTT.ID – Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menggelar reses hari kedua di GMIT Maranatha Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Senin (23/2/2026).
Sejumlah aspirasi warga langsung ditanggapi dengan tawaran program pemberdayaan konkret.
Pantauan RakyatNTT.ID, selain persoalan infrastruktur jalan, isu pemberdayaan ekonomi dan pendidikan menjadi topik utama dalam dialog bersama masyarakat.
Viktor menilai Amarasi Barat yang terdiri dari tujuh desa dan satu kelurahan memiliki potensi besar yang belum dioptimalkan secara maksimal.
Dorong Pertanian, Perikanan dan Sapi Paron
Mantan Gubernur NTT itu menyoroti potensi lahan basah di Amarasi Barat yang dapat dikembangkan menjadi persawahan maupun perikanan air tawar.
“Itu tolong disiapkan proposalnya untuk saya. Nanti kita lihat apakah tanah tersebut bisa untuk sawah atau ke perikanan. Ini sangat berpeluang besar,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemberdayaan harus dibangun melalui kemitraan yang kuat dengan dukungan pusat, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurut Viktor, sektor peternakan juga bisa diperkuat melalui program sapi paron sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Misalnya kita yang terkenal dengan sapi, ini bisa dilakukan khusus untuk pemberdayaan dengan sapi paron,” katanya.
Siap Bangun Industri Kelor 2026
Selain peternakan dan pertanian, Viktor juga mendorong pengembangan industri kelor. Ia meminta para kepala desa menyiapkan lahan tanam kelor minimal satu hektare per desa untuk mendukung pasokan bahan baku.
Pasalnya, pada 2026 direncanakan akan berdiri satu pabrik industri kelor yang diharapkan mampu menyerap hasil produksi masyarakat.
Langkah ini dinilai sebagai strategi membangun hilirisasi produk lokal agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Pendidikan Teknik jadi Kunci SDM
Dalam kesempatan itu, Viktor juga menekankan pentingnya pendidikan teknik dan terapan guna memperkuat sumber daya manusia (SDM) NTT.
Menurutnya, jurusan seperti teknik mesin, kelautan, dan perikanan masih kurang diminati, padahal sangat relevan dengan potensi alam NTT.
“Kita ini kaya laut dan ikan, tetapi masih kurang pelaut atau nahkoda. Kita butuh anak buah kapal besar. Kalau permesinan kita kuat, mesin pres produk, mesin pompa air, mesin rontok padi kita punya, maka kita akan terbang,” tegasnya.
Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk membantu pembiayaan pendidikan bagi anak-anak yang serius menempuh pendidikan teknik tersebut.
Viktor berharap, penguatan SDM berbasis ilmu terapan akan menjadi fondasi menuju industrialisasi yang mulai digagas di NTT, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Amarasi Barat. (rnc04)
