Kupang, RakyatNTT.ID Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Togar Mangihut Simatupang, menegaskan bahwa pembukaan Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis di Universitas Nusa Cendana (Undana) merupakan bagian dari visi besar Indonesia Sehat 2045.

Program ini juga menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis di seluruh Indonesia.

“Kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, akselerasi pendidikan dokter spesialis dan subspesialis menjadi prioritas nasional,” jelas Togar saat peluncuran PPDS Undana, Jumat (13/2/2026) di Grha Cendana.

160 Prodi Baru, Fokus 11 Provinsi Kekurangan Spesialis

Togar memaparkan, hingga saat ini Kemdiktisaintek telah membuka 160 program studi baru, terdiri dari 128 Prodi Dokter Spesialis dan 32 Prodi Dokter Subspesialis.

Penambahan Prodi PPDS dan Subspesialis difokuskan di 11 provinsi yang masih kekurangan dokter spesialis, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah barat dan timur Indonesia.

“Kami berharap pemerintah daerah Bali–Nusa Tenggara memberikan dukungan konkret berupa beasiswa, insentif, serta penguatan rumah sakit pendidikan agar distribusi dokter spesialis semakin merata,” tegasnya.

Ia juga mengimbau pimpinan perguruan tinggi agar memastikan peserta didik kembali mengabdi di daerah asal serta mendapatkan jaminan keselamatan dan kesejahteraan melalui sistem pendidikan yang bebas dari kekerasan.

Undana Siapkan Ekosistem Kesehatan Terpadu

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) mengungkapkan, selain membuka Prodi PPDS dan Subspesialis, pihaknya juga tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Profesi Farmasi.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti NTT.

“Kesehatan adalah fondasi pembangunan. Dengan melahirkan dokter spesialis dari rahim Undana, kita sedang memutus rantai keterbatasan akses kesehatan di wilayah kepulauan ini,” ujarnya.

Peluncuran Prodi PPDS dan Subspesialis wilayah Bali–Nusra ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Gubernur NTT, Sekjen Kemdiktisaintek RI, dan Rektor Undana.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan salinan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang izin pembukaan Prodi PPDS dan Subspesialis kepada Rektor Undana, perwakilan Universitas Mataram (Unram), dan Universitas Udayana (Unud).

Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, Direktur Utama RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka, perwakilan Unram dan Unud, serta organisasi profesi kesehatan.

Dengan pembukaan 160 Prodi Dokter Spesialis Kemdiktisaintek secara nasional, pemerintah menargetkan pemerataan layanan kesehatan sebagai fondasi menuju Indonesia Sehat 2045. (rnc)