Oelamasi, RakyatNTT.ID Kisah pilu puluhan ribu warga di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, kini berubah menjadi harapan besar akan satu hal mendasar, yakni akses transportasi darat yang layak.

Hingga saat ini, ruas jalan berstatus jalan provinsi yang membentang dari Kecamatan Fatuleu Barat hingga empat kecamatan di wilayah Amfoang belum juga menjadi prioritas penanganan Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Berbagai keluhan masyarakat berhasil dihimpun RakyatNTT.ID. Tomi, warga Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai diabaikan negara.

“Kami di Amfoang seperti bukan prioritas. Padahal setiap tahun kami tetap bayar pajak, baik pajak bumi dan bangunan maupun pajak kendaraan. Tapi jalan dari Fatuleu Barat sampai ke Amfoang ini sudah terlalu lama tidak diperhatikan,” ujarnya.

Jalan Rusak-Jembatan Ambruk Hambat Mobilitas

Kondisi tersebut diperkuat oleh pernyataan Camat Amfoang Barat Daya, Agus Y. Purwanto, yang menjelaskan bahwa buruknya akses jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Pemprov NTT telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.