“Ini hanya perbaikan sementara agar kendaraan bertonase besar bisa lewat. Kami menggunakan cor beton, bukan sekadar hamparan sirtu. Ini murni inisiasi warga dan pemilik ekspedisi, didukung Satlantas dan rekan-rekan wartawan. Ini dari rakyat untuk rakyat tanpa campur tangan pemerintah,” tegas Sem Ndun.

Swadaya Murni Warga dan Pelaku Usaha

Sakty Pandie menambahkan bahwa perbaikan dilakukan secara gotong royong. Para pemilik ekspedisi, sopir, dan kondektur turut urunan biaya serta material.

“Kami semua urunan. Ada yang menyumbang semen, pasir, batu pecah, air, hingga makanan untuk pekerja. Prinsipnya murni dari teman-teman semua,” ujarnya.

Iklan

Selain itu, bantuan alat berat berupa excavator disumbangkan oleh Ibu Endang Sidin. Dukungan juga datang dari rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam SMSI Rote Ndao, sehingga proses pekerjaan dapat berjalan lancar.

Sakty menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk warga RT 11 Lingkungan Letelangga, tokoh masyarakat Sem Ndun dan Melky Seubelan, tokoh pemuda Ivano Patola, serta Kasat Lantas Polres Rote Ndao AKP Ferdi Batuk beserta anggota dan DPD SMSI Rote Ndao.

Kondisi Jalan Trans Ba’a–Batutua Letelangga kini menjadi sorotan publik, sekaligus mencerminkan kuatnya solidaritas warga dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur di wilayah Rote Ndao. (rnc27)