Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Negara-negara Teluk Arab sebelumnya telah memperingatkan bahwa eskalasi militer antara Iran dan AS dapat memicu konflik regional baru, terutama setelah kawasan tersebut masih terguncang akibat perang Israel-Hamas.
Latar Belakang Program Nuklir
Pemerintahan AS tengah berupaya membatasi program nuklir Iran guna memastikan negara tersebut tidak mengembangkan senjata nuklir. Iran membantah memiliki ambisi tersebut dan menolak tuntutan untuk menghentikan pengayaan uranium maupun menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya.
Sebelum perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu, Iran diketahui telah memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen—mendekati ambang batas tingkat senjata nuklir. Dalam konflik tersebut, AS membombardir sejumlah fasilitas nuklir Iran, sementara serangan Israel menghancurkan sistem pertahanan udara dan persenjataan rudal balistik Teheran.
Penutupan sementara Selat Hormuz oleh Iran kini menjadi sinyal kuat bahwa ketegangan di kawasan belum mereda. Dunia internasional pun mencermati perkembangan ini karena dampaknya berpotensi luas terhadap stabilitas energi dan keamanan global. (*/rnc)
