Jakarta, RakyatNTT.ID Gejolak hebat melanda pasar logam mulia. Harga emas dan perak mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan Kamis (5/2/2026), bahkan perak mencatatkan penurunan terdalam hingga kembali ke level terburuk sejak Desember 2025. Penguatan dolar Amerika Serikat menjadi pemicu utama aksi jual besar-besaran di pasar komoditas.

Pada perdagangan Kamis, harga emas dunia anjlok 3,13% ke level US$4.860,58 per troy ons. Penutupan ini menjadi yang terendah sejak 2 Februari 2025, menghapus reli emas yang sempat terjadi dalam dua hari sebelumnya.

Tekanan belum berhenti. Hingga Jumat (6/2/2026) pukul 06.35 WIB, harga emas di pasar spot kembali tertekan dan turun 1,17% ke posisi US$4.750 per troy ons.

Iklan

Perak Terjun Bebas, Anjlok Dua Digit

Sementara itu, harga perak mengalami kejatuhan yang jauh lebih dalam. Pada penutupan perdagangan Kamis, harga perak spot (XAG) merosot 16,38% ke level US$73,62 per troy ons. Bahkan dalam perdagangan intraday, perak sempat menyentuh US$72,21 per troy ons, terburuk sejak 31 Desember 2025.

Tekanan berlanjut pada Jumat pagi. Hingga pukul 06.35 WIB, harga perak kembali ambruk 8,35% ke posisi US$67,5 per troy ons, mempertegas sentimen negatif di pasar logam mulia.

Dolar AS Menguat, Pasar Global Tertekan

Anjloknya harga emas dan perak tak lepas dari penguatan indeks dolar AS (DXY). Pada Kamis, DXY naik 0,32% ke level 97,93, mencatatkan kenaikan dua hari beruntun dan menjadi level tertinggi dalam dua pekan terakhir.