Kupang, RakyatNTT.ID Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Jan Pieter DJ Windi, memastikan wilayah Amfoang di Kabupaten Kupang menjadi prioritas perjuangan Fraksi Gerindra dalam agenda legislasi dan penganggaran di tingkat provinsi.

Hal itu disampaikannya saat diwawancarai RakyatNTT.id, Rabu (25/2/2026). Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II tersebut menegaskan bahwa besarnya harapan pembangunan di enam kecamatan Amfoang harus didukung dengan persatuan dan kesiapan masyarakat setempat.

Fiskal Terbatas, Perlu Konsolidasi Warga

Jan mengakui bahwa keterbatasan fiskal, baik di tingkat Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Kabupaten Kupang, berdampak pada lambannya pembangunan infrastruktur di Amfoang.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun berjalan, ia menilai perlu adanya konsolidasi masyarakat untuk menyatukan persepsi bahwa Amfoang benar-benar membutuhkan percepatan pembangunan.

“Jadi begitu ada peluang pembangunan masuk ke Amfoang, jangan ada lagi penolakan atau kendala dari masyarakat, baik masalah sosial maupun adat. Pasti kita mendukung untuk Amfoang, baik di fraksi, Banggar, maupun komisi,” tegasnya.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan di enam kecamatan Amfoang sangat besar, terutama infrastruktur jalan dan jembatan, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan sektor ekonomi.

Observatorium Gunung Timau jadi Potensi Strategis

Selain infrastruktur dasar, Jan juga menyoroti potensi strategis Observatorium Nasional Gunung Timau yang berada di wilayah Amfoang. Ia menyebut fasilitas tersebut sebagai salah satu observatorium terbesar kedua di Asia Tenggara.

Menurutnya, jika proyek strategis nasional tersebut dapat dioptimalkan, maka akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor lainnya di Amfoang.

“Kita bersyukur Observatorium ini ada, tidak di semua negara, dan ini ada di Amfoang. Tetapi tentu ada konsekuensi. Wilayah di radius tertentu tidak boleh ada bias cahaya, sehingga harus ada penataan wilayah. Ini perlu dialog bersama masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan di Amfoang ke depan harus memperhatikan kondisi alam serta mendukung operasional observatorium agar kawasan tersebut menjadi wilayah unik dan strategis di NTT.

Gerindra Butuh Dukungan Masyarakat

Jan berharap masyarakat Amfoang terbuka terhadap pembangunan dan bersatu dalam mendukung program pemerintah. Menurutnya, tanpa kesepakatan bersama, proses pembangunan akan sulit berjalan optimal.

“Intinya orang Amfoang harus terbuka dengan pembangunan supaya kebutuhan lain bisa terjawab. Jangan sampai kita mau pembangunan tetapi tidak sepakat, itu juga akan menjadi kendala,” pungkasnya.

Dengan komitmen tersebut, Fraksi Gerindra di DPRD NTT memastikan Gerindra prioritaskan pembangunan Amfoang sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan Kabupaten Kupang. (rnc04)