Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, kian memprihatinkan. Minimnya akses transportasi darat telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat di empat kecamatan, mulai dari sulitnya menjangkau layanan pendidikan dan kesehatan hingga melonjaknya harga barang dan komoditas kebutuhan pokok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari DPRD NTT, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) hingga kini masih menghadapi kendala serius pada aspek anggaran dan pembiayaan untuk membangun jalan dan jembatan penghubung wilayah Fatuleu Barat, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, dan Amfoang Timur.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, mengatakan bahwa kesulitan yang dialami masyarakat Amfoang saat ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan DPRD.
Ia menegaskan, DPRD telah berulang kali memberikan rekomendasi agar Pemprov NTT memberikan perhatian penuh terhadap kondisi infrastruktur yang telah menghimpit kehidupan warga.
“Soal kondisi Amfoang, yang dialami warga bukan sekadar jalan dan jembatan putus atau harga sembako mahal. Ini soal keadilan. Ketika infrastruktur minim, maka seluruh rantai kehidupan masyarakat ikut terganggu,” tegas Winston.
Anggaran Terbatas, Infrastruktur Didukung APBN
Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama Pemprov NTT dalam menangani pembangunan infrastruktur Amfoang.
