Kupang, RakyatNTT.ID Tokoh masyarakat adat sekaligus mantan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, mengungkap fakta di balik wacana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Amfoang.

Ia menilai progres pemekaran wilayah enam kecamatan di Amfoang sejatinya bermula dari propaganda politik pada momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2014–2018.

Ditemui di kediamannya, Senin (23/2/2026), Ayub menjelaskan bahwa isu DOB Amfoang awalnya berkembang sebagai strategi politik untuk menjegal langkahnya maju pada periode kedua.

“Isu Amfoang itu awalnya propaganda politik agar saya gagal lanjut periode kedua,” ungkap Ayub.

Menurutnya, hiruk pikuk DOB Amfoang sempat dibahas di DPRD Kabupaten Kupang guna memperoleh dukungan politik. Namun ironisnya, dalam pertemuan yang dipimpin saat itu oleh Ketua DPRD Jerry Manafe, justru banyak perwakilan tokoh masyarakat dari enam kecamatan di Amfoang yang menyatakan pembatalan niat pemekaran.

Ayub Tegas Tolak Amfoang Mekar

Meski DPRD Kabupaten Kupang menyetujui wacana DOB Amfoang, Ayub secara tegas menolak pemekaran tersebut. Ia beralasan, Amfoang belum memenuhi indikator umum kelayakan pembentukan daerah otonom baru.

“Saya baru jelaskan sampai alasan keempat, Raja Ambenu berdiri dan mengatakan kalau begitu kecamatan lain saja yang jadi kabupaten baru, kami tetap di Kabupaten Kupang. Itu langsung disoraki warga yang hadir,” tuturnya.