Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mbay, RakyatNTT.ID – Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, meresmikan gedung Sekolah Dasar Katolik (SDK) Penginanga hasil revitalisasi Tahun Anggaran 2025 di Kecamatan Aesesa, Rabu (11/02/2026).
Peresmian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan demi mencetak generasi emas yang berdaya saing.
Proyek revitalisasi tersebut bersumber dari bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran Rp995.815.891. Pengerjaan dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan setempat.
Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Nagekeo, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas baru yang meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) lengkap dengan perabotnya, serta satu paket toilet sanitasi.
Komitmen Wujudkan Pendidikan Layak dan Aman
Dalam sambutannya, Bupati Simplisius menegaskan bahwa peresmian gedung bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi komitmen pemerintah dalam memenuhi hak anak untuk belajar di lingkungan yang aman dan nyaman.
“Revitalisasi ini adalah wujud nyata upaya kita dalam memenuhi hak anak-anak untuk belajar di lingkungan yang aman dan nyaman. Pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan Nagekeo di masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Nagekeo berhasil memperoleh bantuan revitalisasi untuk 19 sekolah, terdiri dari 8 SD, 9 SMP, dan 2 TK. Capaian ini menjadi modal penting untuk kembali memperjuangkan anggaran serupa pada tahun 2026.
Bupati mengapresiasi sistem pengerjaan swakelola yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan masyarakat sebagai wujud semangat gotong royong.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras memastikan pembangunan ini selesai tepat waktu dan tepat mutu,” tambahnya.
Tegaskan Sekolah Bebas Perundungan
Selain peningkatan fasilitas fisik, Bupati Simplisius menekankan pentingnya perubahan budaya sekolah, khususnya dalam menghapus praktik perundungan (bullying).
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang penuh kasih. Saya meminta guru dan orang tua memastikan SDK Penginanga menjadi ruang aman yang bebas dari perundungan,” tegasnya.
Ia berharap dengan gedung yang lebih representatif, guru semakin bersemangat mendidik dan siswa termotivasi meraih prestasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama sesuai Visi RPJMD 2025–2029, yakni “Nagekeo Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Berlandaskan Iman dan Budaya.”
DPRD dan Dinas Pendidikan Dukung Penuh
Ketua Komisi III DPRD Nagekeo, Odorikus Goa Owa, menyatakan dukungan penuh terhadap program revitalisasi sekolah. Ia menyebut Inpres No. 7 Tahun 2025 mempertegas komitmen pemerintah dalam menjamin pendidikan yang layak.
“Kami berkomitmen di tahun 2027 SDM pendidikan di Nagekeo harus lebih baik. Gedung yang sudah dibangun dengan dana besar ini harus dirawat agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Tarsisius Jogo, melaporkan bahwa pada 2025 daerahnya memperoleh dana revitalisasi sebesar Rp7,122 miliar untuk delapan Sekolah Dasar. Khusus SDK Penginanga, anggaran Rp995.815.891 digunakan untuk rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan satu ruang UKS, dan satu paket toilet sanitasi.
“Kami optimis tahun 2026 akan ada dukungan lanjutan dari pusat. Namun, kami memohon dukungan Yayasan (Yepersukna) terkait sertifikasi tanah sekolah sebagai syarat mutlak usulan revitalisasi berikutnya,” jelasnya.
Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Nagekeo, Kepala Dinas P&K, Camat Aesesa, Kepala Sekolah SDK Penginanga, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh wali murid.
Dengan hadirnya gedung baru ini, diharapkan kualitas layanan pendidikan di SDK Penginanga semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi unggul bagi masa depan Nagekeo. (*/rnc)
