Pada periode tersebut, hujan lebat berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Dengan kondisi geografis NTT yang memiliki banyak daerah perbukitan, lereng terjal, serta wilayah rawan banjir dan longsor, masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Waspada Banjir dan Longsor di NTT

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan pentingnya langkah mitigasi bencana hidrometeorologi oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.

Iklan

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat NTT, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, agar tetap waspada namun tidak panik. Warga diminta menghindari aktivitas di daerah aliran sungai, lereng rawan longsor, serta kawasan yang berpotensi mengalami banjir dan genangan.

Selain itu, pengguna jasa transportasi, nelayan, operator pelayaran, dan penerbangan di wilayah NTT diimbau untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum beraktivitas.

BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca secara berkala dan meminta masyarakat memantau kanal resmi guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem NTT Februari 2026. (*/rnc)