Dalam pertemuan itu juga dibahas pentingnya pendekatan Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) dalam pengembangan pangan lokal. Pendekatan tersebut dinilai strategis untuk memastikan produk kreatif seperti craft beer tetap menjaga karakter lokal, namun memenuhi standar kualitas global.

Ke depan, Bale Nagi Brewing akan melanjutkan proses perizinan produksi dan penjualan terbatas, sekaligus memperluas kolaborasi dengan petani, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif di Flores dan wilayah NTT lainnya.

Kehadiran Bale Nagi Brewing semakin menegaskan potensi NTT sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Kolaborasi antara diaspora, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang memperkuat identitas dan daya saing NTT di tingkat nasional maupun internasional. (*/rnc)