Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
BARU-BARU ini, lembaga survei Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei kepuasan publik yang menghebohkan. Survei itu mencatat, 80,5% masyarakat NTT puas dengan kinerja Pemerintah Provinsi NTT dalam setahun terakhir, dibawah kepemimpinan Melki-Jhoni. Angka ini terasa seperti angin segar. Program-program dan kebijakan Pemprov NTT, seolah-olah sukses dan sesuai harapan publik.
Banyak yang memuji. Tapi saya memilih berada dalam kelompok masyarakat yang tidak terlalu bangga dengan angka itu. Justru sebaliknya. Saya melihat angka itu, meskipun mempesona, ada potensi menciptakan ilusi kepuasan yang bisa menutupi masalah-masalah yang jauh lebih mendalam. Apalah artinya 80,5% kepuasan jika banyak masyarakat NTT hidup dalam kemiskinan akut?
Angka ini, bagi saya hanyalah gambaran setengah cerita. Ibarat lukisan indah yang tertutup lapisan debu. Indah dilihat dari jauh, namun jika kita mendekat, penuh retakan yang tak terlihat. Maka, pertanyaan kunci yang perlu kita ajukan adalah apakah angka ini mencerminkan kenyataan? Ataukah, hanya sekadar permainan angka yang menutupi masalah yang lebih besar?
Ilusi Kepuasan dan Derita di Balik Angka
Secara statistik, angka 80,5% memang terlihat menggembirakan. Ia dipasang bak slogan sukses pemerintahan. Tapi kalau mau dibaca secara manusiawi, angka itu merupakan sebuah gambaran palsu. Bagaimana mungkin angka yang begitu tinggi dianggap sebagai gambaran kepuasan publik, sementara orang-orang miskin di NTT masih berjuang untuk hidup layak. Ini paradoks.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

