Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma memimpin apel bersama ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (26/1/2026) pagi. Apel tersebut dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda serta para Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT.
Di hadapan ribuan ASN Pemprov NTT, Wagub Johni Asadoma menyinggung secara khusus beberapa kasus sosial kemasyarakatan yang akhir-akhir ini terjadi, akibat ulah oknum-oknum warga NTT yang kurang bertanggung jawab di luar daerah.
“Mungkin kita semua sudah tahu bahwa akhir-akhir ini, di beberapa tempat di luar NTT, seperti di Bali, Surabaya, Malang dan mungkin kota lainnya juga, kita warga NTT telah mendapat julukan sebagai perusuh atau pembuat onar. Dampaknya, kita sebagai pendatang di daerah lain ditolak. Dan ini dilakukan oleh oknum-oknum tertentu asal NTT, yang tidak bertanggung jawab, menjadi pelaku kerusuhan, keonaran, kekacauan, bahkan melakukan tindak kriminal di daerah orang,” ucap Wagub Johni Asadoma.
Ulah para oknum tersebut, lanjut Johni Asadoma, saat ini mulai bermunculan stigma negatif terhadap masyarakat NTT yang berada di luar daerah. Menurutnya, hal tersebut tentu sangat merugikan bagi warga NTT yang tidak tahu menahu persoalan dan tidak terlibat dapat menjadi korban.
Wagub Johni menegaskan sikap Pemprov NTT tentu akan selalu konsisten dalam mendukung penegakan hukum terhadap siapapun tanpa terkecuali oknum warga NTT yang membuat onar, tindakan pidana atau aksi-aksi kriminal dimanapun juga.
“Selama ini kita baik-baik saja. Tapi akhir-akhir ini, akibat ulah para oknum tersebut citra kita jadi buruk. Kita dilabeli stigma yang buruk, karena dianggap tidak mampu menjaga tata krama, dan tidak menghormati adat istiadat budaya setempat. Akibatnya, kasihan mahasiswa kita di perantauan atau warga NTT yang berkerja di luar NTT. Anak-anak kita mau kuliah sekarang susah untuk cari kos-kosan atau tempat tinggal di kota-kota tersebut. Begitu juga yang kerja di sana. Tapi tentu semua tindakan kriminal harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” jelas Johni Asadoma.
Terkait hal tersebut, Wagub Johni Asadoma menerangkan bahwa Ia bersama jajarannya akan bergerak cepat melakukan komunikasi dan koordinasi serta menggelar pertemuan khususnya dengan Pemda Bali. Ia juga mengatakan akan berdialog bersama pihak terkait termasuk diaspora NTT di Bali, para tokoh masyarakat, tokoh adat setempat untuk mengatasi persoalan tersebut agar tidak berlarut-larut dan berakibat pada stereotip negatif terhadap warga NTT secara keseluruhan.
“Oleh karena itu, saya nanti akan ke Bali, bertemu dengan Pemda setempat. Kita tentu akan diskusi dengan pihak terkait, dialog juga dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda di sana. Hal ini harus segera ditangani. Selain nanti kita cari solusi dan langkah-langkah jalan keluar bersama, namun kita juga tentu harus minta maaf kepada mereka akibat perilaku oknum-oknum ini,” kata Johni Asadoma.
Tidak lupa, Wagub Johni juga menghimbau kepada para ASN yang memiliki sanak keluarga dan saudara yang sedang bekerja dan menempuh pendidikan di luar NTT untuk terus saling mengingatkan akan pentingnya menjaga adab, sikap, menghormati adat istiadat daerah setempat dan menjaga norma-norma kesopanan dan toleransi, sehingga tidak terjadi konflik yang berujung tindakan kriminal.
“Jadilah manusia NTT yang Cinta Damai dan Pembawa Damai di manapun kita berada,” pinta Asadoma.
Selanjutnya Mantan Kapolda NTT ini juga menekankan dan menghimbau para ASN yang punya keluarga, anak-anak saudara yang sedang sekolah, kuliah dan bekerja di luar NTT untuk bisa menyesuaikan dengan budaya setempat, hormati tata krama dan norma-norma, jaga keramahtamahan, bersikap santun, jaga sikap, adab dan toleransi.
“Supaya kita bisa diterima baik di daerah orang dan kita juga nyaman, maka peliharalah budaya saling menghormati dan mengasihi. Karena kasihan nanti yang tidak tahu apa-apa, tapi karena ulah oknum tertentu malah kena imbas juga. Intinya kita harus berpegang teguh terhadap peribahasa ‘di mana bumi dipijak, di situlangit dijunjung’,” tegasnya.
Ia juga menyinggung salah satu akar persoalan konflik atau tindakan kriminal yang terjadi dan dilakukan oleh oknum-oknum warga NTT tersebut akibat mengonsumsi minuman keras (miras) di luar batas. Sehingga, menurut Wagub Johni hal ini juga menjadi peringatan bagi semua warga NTT untuk bisa mengendalikan diri dan mengedukasi anak-anak ketika sedang diperantauan supaya menghindari miras.
“Salah satu akarnya karena miras. Oleh karena itu, bapak/ibu juga bisa ingatkan dan edukasi anak-anak kita yang bekerja khususnya yang sekolah di luar NTT untuk hindari miras di daerah orang. Karena kalau sudah ‘kena’ dan mabuk, akibatnya akan sembarang-sembarang nanti. Ini sudah terbukti berulang kali, dan jadi perhatian kita semua,” terang Wagub Johni. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

