Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Oleh karena itu, saya nanti akan ke Bali, bertemu dengan Pemda setempat. Kita tentu akan diskusi dengan pihak terkait, dialog juga dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda di sana. Hal ini harus segera ditangani. Selain nanti kita cari solusi dan langkah-langkah jalan keluar bersama, namun kita juga tentu harus minta maaf kepada mereka akibat perilaku oknum-oknum ini,” kata Johni Asadoma.
Tidak lupa, Wagub Johni juga menghimbau kepada para ASN yang memiliki sanak keluarga dan saudara yang sedang bekerja dan menempuh pendidikan di luar NTT untuk terus saling mengingatkan akan pentingnya menjaga adab, sikap, menghormati adat istiadat daerah setempat dan menjaga norma-norma kesopanan dan toleransi, sehingga tidak terjadi konflik yang berujung tindakan kriminal.
“Jadilah manusia NTT yang Cinta Damai dan Pembawa Damai di manapun kita berada,” pinta Asadoma.
Selanjutnya Mantan Kapolda NTT ini juga menekankan dan menghimbau para ASN yang punya keluarga, anak-anak saudara yang sedang sekolah, kuliah dan bekerja di luar NTT untuk bisa menyesuaikan dengan budaya setempat, hormati tata krama dan norma-norma, jaga keramahtamahan, bersikap santun, jaga sikap, adab dan toleransi.
“Supaya kita bisa diterima baik di daerah orang dan kita juga nyaman, maka peliharalah budaya saling menghormati dan mengasihi. Karena kasihan nanti yang tidak tahu apa-apa, tapi karena ulah oknum tertentu malah kena imbas juga. Intinya kita harus berpegang teguh terhadap peribahasa ‘di mana bumi dipijak, di situlangit dijunjung’,” tegasnya.
