“Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian Transmigrasi RI dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” ujar Wabup Gonzalo.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Nagekeo menerima Dana Tugas Pembantuan dari Kementerian Transmigrasi RI senilai Rp2.026.984.000. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembangunan toilet sekolah dan ruang kelas di 9 sekolah, masing-masing 6 sekolah di Kecamatan Aesesa dan 3 sekolah di Kecamatan Boawae.

“Kami menyadari keterbatasan anggaran daerah dan adanya efisiensi anggaran. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat sangat berarti bagi masyarakat Nagekeo, khususnya di Kawasan Transmigrasi Mbay,” tambahnya.

Iklan

Wabup Gonzalo menegaskan, sanitasi yang layak memiliki dampak besar terhadap kualitas belajar siswa dan pembentukan budaya hidup bersih di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh pihak—mulai dari sekolah, guru, siswa, komite, hingga masyarakat—untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

“Jadikan toilet sekolah ini sebagai simbol komitmen kita terhadap masa depan anak-anak Nagekeo yang lebih sehat,” pintanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Shafar, SE menekankan pentingnya asas manfaat dari pembangunan toilet dan penyediaan air bersih. Ia mengingatkan agar ketersediaan air bersih benar-benar diperhatikan.