Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat posisinya dalam jejaring riset nasional dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kolaborasi ini mencakup bidang-bidang keilmuan unggulan, mulai dari pelestarian manuskrip dan tradisi lisan hingga riset antariksa, guna meningkatkan mutu tugas akhir mahasiswa serta produktivitas publikasi ilmiah dosen.
Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam pertemuan resmi di Ruang Rapat Rektorat Undana, Kamis (18/12/2025). Delegasi BRIN dipimpin oleh Kepala Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan, Dr. Sastri Sunarti, M.Hum, serta Kepala Pusat Riset Antariksa, Dr. Emanuel Sungging Mumpuni, dan diterima langsung oleh Plt. Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si.
Pertemuan ini berfokus pada pembaruan kemitraan serta sinkronisasi program riset yang dinilai relevan dengan keunggulan lokal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prof. Annytha menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pusat Riset Antariksa BRIN sejatinya telah dirintis sejak tahun 2020 melalui riset observatorium, namun kini akan dioptimalkan kembali melalui berbagai program baru yang diinisiasi BRIN.
Sementara itu, kolaborasi di bidang manuskrip dan literatur dinilai sebagai peluang besar untuk memperkuat riset budaya, mengingat NTT memiliki kekayaan sejarah, naskah kuno, serta tradisi lisan yang bernilai tinggi. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pelestarian sekaligus pengembangan kajian budaya berbasis riset ilmiah.
Salah satu poin utama dalam penjajakan tersebut adalah tawaran program magang dan riset mahasiswa. BRIN menyediakan dukungan pembiayaan bagi mahasiswa Undana yang melaksanakan penelitian tugas akhir di laboratorium BRIN dengan pendampingan langsung dari peneliti pakar.
“Ini merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas riset mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam ekosistem riset nasional,” ujar Prof. Annytha.
Tidak hanya mahasiswa, para dosen Undana juga memperoleh akses luas untuk melakukan joint research bersama peneliti BRIN. Fasilitas laboratorium canggih milik BRIN dapat dimanfaatkan sesuai bidang keilmuan masing-masing dosen, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Sejumlah program studi dinilai sangat relevan untuk terlibat dalam skema kerja sama ini. Pada riset budaya, prodi yang berpotensi dilibatkan antara lain Sejarah, Antropologi, Sosiologi, Geografi, hingga Tenun Ikat. Sementara untuk riset antariksa, Program Studi Fisika menjadi pilar utama kolaborasi.
Pimpinan universitas pun telah menginstruksikan para ketua prodi terkait untuk segera mengintensifkan komunikasi teknis agar implementasi program dapat dimulai pada awal tahun 2026.
Menanggapi dorongan BRIN untuk percepatan payung hukum, Undana berkomitmen segera merampungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan diturunkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis dan konkret.
“Kami akan segera menindaklanjuti draf yang ada agar seluruh program kerja sama berjalan terarah dan berkelanjutan,” tegas Prof. Annytha.
Kunjungan delegasi BRIN ini dipandang sebagai langkah maju bagi Undana dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kompetitif dan berdampak. Melalui sinergi yang kuat antara Undana dan BRIN, diharapkan lahir inovasi riset yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata berbasis data dan pengetahuan bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)
