Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Undana, Dr. Simplexius Asa, S.H., M.H., dalam refleksi Natal menekankan pentingnya perdamaian sebagai fondasi utama pemulihan dan penguatan institusi. Ia menilai keberagaman peran dan latar belakang di Undana merupakan kekuatan besar apabila dikelola dengan sikap saling menghargai dan keterbukaan.

“Tidak ada pemulihan tanpa kedamaian. Kedamaian hanya dapat terwujud jika seluruh elemen kampus mau membuka diri dan menjaga harmoni di tengah keberagaman,” tutur Dr. Simplexius.

Nuansa Natal semakin terasa melalui persembahan puji-pujian rohani yang dibawakan perwakilan unit kerja dari berbagai fakultas. Penampilan tersebut menjadi simbol nyata persatuan lintas unit yang selama ini menjadi pilar kekuatan Universitas Nusa Cendana.

Perayaan Natal Bersama Sivitas Akademika Undana ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana pimpinan, dosen, dan staf saling bersalaman sebagai simbol rekonsiliasi serta kesiapan untuk memperkuat kerja sama ke depan.

Melalui momentum ini, Undana menegaskan komitmennya untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan riset bertaraf global, tetapi juga kokoh dalam karakter, nilai kemanusiaan, dan kebersamaan. Semangat Natal diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh sivitas akademika dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. (*/rnc)