“Terakhir dia video call, cuma lihatin mamanya saja. Sebelum berangkat dari Yogyakarta ke Makassar, dia bilang akan perjalanan dinas,” ungkapnya.

Menurut Suly, Olen dikenal sebagai pribadi yang aktif berkomunikasi dengan keluarga, terutama sejak ibunya baru saja keluar dari rumah sakit.

“Dia minta didoakan untuk perjalanannya. Saat mamanya sakit, Olen rutin telepon kalau ada waktu luang,” katanya.

Komunikasi tersebut kerap dilakukan melalui telepon maupun video call di grup WhatsApp keluarga.

“Setiap ada waktu dia pasti hubungi kami, kadang video call di grup,” tambah Suly.

Hingga saat ini, keluarga belum mendapatkan kepastian terkait nasib Florencia. Meski demikian, keluarga tetap berharap yang terbaik di tengah proses pencarian korban.

“Kami masih mengharapkan yang terbaik untuk Olen. Sebagai orang beriman, kami percaya apa yang Tuhan buat itu baik adanya,” ucap Suly.

Berdasarkan data manifes, selain Florencia Lolita Wibisono, pesawat ATR 42-500 tersebut juga membawa Pilot Captain Andi Dahanto dan Kopilot Farhan Gunawan. Turut berada di dalam pesawat yakni Flight Operation Officer (FOO) Hariadi, dua Engineer on Board (EOB) bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono, serta pramugari Esther Aprilita.