Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oelamasi, RakyatNTT.ID – Produksi padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2025 mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah Provinsi NTT mengakui Kabupaten Kupang menjadi daerah dengan kontribusi terbesar dalam mendukung keberhasilan program Swasembada Pangan Nasional yang diprioritaskan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Joaz Oemboe Wanda, menyampaikan bahwa lonjakan produksi padi tersebut tidak terlepas dari peran aktif Kabupaten Kupang sebagai salah satu sentra pertanian utama di NTT.
“Capaian produksi padi kita di NTT meningkat 35 persen dibandingkan tahun 2024. Ini tentu tidak terlepas dari Kabupaten Kupang yang memberikan kontribusi besar,” ujar Joaz dalam sambutan penutup pada acara Syukuran Swasembada Pangan Nasional di Halaman Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Rabu (7/1/2026).
Dalam wawancara bersama RakyatNTT.ID, Joaz menjelaskan bahwa peningkatan 35 persen tersebut setara dengan tambahan produksi sekitar 245 ribu ton. Pada tahun 2024, produksi padi NTT tercatat sekitar 707 ribu ton, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi sekitar 965 ribu ton.
Menurutnya, capaian positif ini didorong oleh berbagai faktor pendukung, mulai dari dukungan Kementerian Pertanian berupa alat dan mesin pertanian, modernisasi sektor pertanian, perbaikan dan pengembangan lahan irigasi, hingga optimalisasi lahan kering.
“Ada dukungan benih dan pupuk, regulasi yang dipermudah, serta pembenahan sistem pertanian secara menyeluruh,” jelas Joaz.
Selain itu, kondisi ketersediaan air yang cukup sepanjang tahun 2025 turut berperan besar dalam meningkatkan produktivitas petani. Peran Perum Bulog sebagai penjamin pasar hasil pertanian juga memberikan kepastian harga yang menguntungkan petani, dengan harga gabah mencapai Rp5.000 per kilogram dan beras Rp12.000 per kilogram.
“Hal ini membuat petani semakin bergairah untuk terus menanam dan menghasilkan padi secara maksimal,” tambahnya.
Joaz juga mengapresiasi kerja keras para penyuluh pertanian, jajaran dinas pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta para petani yang dinilai menjadi ujung tombak keberhasilan swasembada pangan di NTT.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede turut memberikan apresiasi tinggi kepada tenaga penyuluh pertanian dan para petani di Kabupaten Kupang atas kontribusi nyata dalam peningkatan produksi padi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus berjalan bersama petani untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Target besar ke depan adalah mempertahankan tren peningkatan produksi padi serta menjadikan Kabupaten Kupang sebagai penyuplai beras dan hasil pertanian bagi Kota Kupang.
“Ini kerja kolaborasi yang luar biasa. Kita menuju swasembada pangan, dan mulai saat ini kita harus berpikir untuk menjadi penyuplai bagi Kota Kupang,” ujar Yosef Lede. (rnc04)
